Kisah Cinta Botol dan Tutupnya

Kisah Cinta Botol dan Tutupnya

16e7e864a905558df39198e1390210ff

“Kamu tahu, ada banyak di dunia ini kisah cinta yang berakhir tragis. Selain Romeo and Juliet. Atau Siti Nurbaya dari kampungmu itu,” Kataku kembali melanjutkan pembicaraan.

“Ya, cinta yang berakhir tragis bisa terjadi pada siapapun, begitupun dengan cinta yang berakhir manis,” jawab Imam. Seperti biasa dia selalu memiliki jawab-jawaban bijak dari setiap apapun yang aku utarakan.

Tak ada lagi percakapan di antara kami. Hanya hambusan angin dari laut yang membelai ujung-ujung rambut kami. Ditemani cahaya matahari yang tak berapa lama lagi akan tenggelam. Bersembunyi di ujung lautan.

“Aku ada satu cerita. Kamu mau dengar?” Kata Imam tiba-tiba.

“Cerita apa?” Aku pun bertopang dagu dan memasang muka serius. Penasaran.

“Cerita cinta. Kisah antara botol dan tutupnya.”

*

“Kamu tahu, kita ditakdirkan bertemu hanya untuk berpisah,” kata Tutup Botol kepada Botol.

“Sekeras apapun keinginan kita untuk selalu bersama?” tanya Botol dengan wajahnya yang mulai sendu.

“Ya, sekeras apapun. Sesering apapun kita berdoa,” kata botol meyakinkan.

“Sekuat apapun segelmu mengikatku?”

“Sekuat apapun segelku mengikatmu.”

“Lalu, untuk apa semua ini? Untuk apa semua pertemuan ini?” botol pun mulai bergetar. Menahan tangis.

“Entahlah, aku juga tidak tahu pasti. Mungkin kita akan menjadi pelajaran bagi manusia bahwa tidak semua cinta berakhir bahagia,”

“Persetan dengan manusia. Aku tak….”

“Aku tahu. Tapi begitulah. Pada kenyatannya kita akan berakhir seperti botol-botol lainnya. Kau. Dan aku. Akan terpisah. Mereka juga. Semua akan sama,” kata tutup botol sambil menunjuk para botol lainnya yang berjajar di dalam kulkas.

“Mereka. Manusia-manusia itu yang akan memisahkan kita. Mereka akan memisahkan aku denganmu. Mereka lalu menciummu. Menghisap isi tubuhmu hingga tandas. Meremukkanmu. Lalu hidupmu berakhir di tempat sampah,” kata tutup botol yang sudah setengah emosi.

“Sedangkan aku, paling-paling berakhir di jalanan. Diinjak orang. Masih mending mereka yang menjadi tutup botol kaca. Setidaknya mereka bisa berakhir menjadi krecekan. Menemani anak-anak pengamen bernyanyi,” lanjut tutup botol yang masih emosi.

“Lalu…”

Tanpa sempat menyelesaikan kalimatnya. Pasangan botol dan tutup botol tersebut kemudian diambil seorang pemuda. Memisahkan botol dan tutupnya. Mencium bibir botol dan meminum isi tubuhnya hingga habis. Tak bersisa. Kemudian ia meremukkannya. Membuangnya ke tempat sampah. Dan tutup botol di lempar ke jalanan. Dan berakhir di bawah sebuah ban mobil.

*

Aku masih bertopang dagu. Dahiku mengkerut. Seperti biasa, aku memang suka bingung jika Imam sudah bercerita. Entah apa yang dipikirkannya. Selalu saja ada cerita aneh di kepalanya itu.

“Hmmmm… Hmmmmm…”

“Kenapa?” tanya Imam. Ia pun menenggak air dalam botol minuman yang dibelinya tadi. Habis.

“Nggak ada. Ceritamu itu. Aneh. Eh botolnya jangan dibuang. Sini.” Aku lalu mengambil botol minuman itu dari tangan Imam. “Tutupnya?” Mintaku kemudian.

Imam kemudian menyerahkan tutupnya. Aku melekatkan kembali tutup pada botolnya.

“Jangan pisahkan mereka,” kataku sambil meletakkan botol tersebut di sampingku.

“Hahaha.. aku kira apa. Kamu yang aneh,” Imam tertawa.

“Lalu apakah kita akan berakhir seperti cerita tadi, wahai tutup botol.”

Imam menatap wajahku. Aku bisa melihat matanya menjadi berwarna seperti emas ditimpa warna jingga matahari senja.

“Duhai botol, berdoalah semoga tidak. Tak ada yang bisa menolong selain Dia. Mari pulang.”

Imam berdiri dan mengulurkan tangannya. Aku memberikan tanganku. Kami berjalan saling menggenggam tangan. Enggan saling melepaskan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s