Akan Menjadi Sebuah Cerita

Pukul 10.26 WIB, saya baru saja menyelesaikan buku “Lelaki Terakhir yang Menangis di Bumi,” yang ditulis oleh Aan Mansyur. Tapi bukan itu yang ingin saya bahas dalam postingan kali ini. Saya ingin membahas diri saya sendiri setelah membaca buku ini.

Saya benar-benar iri dan merasa tertampar sekaligus merasa bersalah. Merasa bersalah pada diri saya sendiri, pada impian yang kemudian saya singkirkan sejenak. Ya, saya pernah bercita-cita menjadi seorang penulis. Penulis yang benar-benar penulis dan menerbitkan sebuah buku. Namun, hingga saat ini saya belum berhasil mewujudkan itu.

Dan buku Aan Mansyur ini menampar saya berkali, sekaligus memotivasi saya untuk menulis. Hal sekecil apapun. Hal seremeh apapun. Saya betul-betul larut dalam cerita yang ditulis dengan sangat baik oleh Aan Mansyur.

Saya pun berjanji pada diri saya sendiri untuk mulai menulis lagi. Mengetik lagi. Bercerita lagi. Di luar sana saya menemukan ada banyak orang-orang yang ternyata diam-diam menyukai tulisan saya. Meskipun kadang-kadang saya tidak percaya diri dengan tulisan saya sendiri.

Selanjutnya blog ini akan menjadi tempat saya bercerita, tentang banyak hal, kecil ataupun besar. Dan akan selalu ada tokoh “Aku” dalam setiap cerita di blog ini nantinya. Karena benar-benar ada banyak hal yang ingin saya tuliskan. Semua akan jadi cerita.

Terima Kasih untuk Aan Mansyur yang membuat saya kembali mencintai menulis dan membaca. Menulis dan Membaca sepasang kekasih yang romantis bukan?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s