[Review] Norwegian Wood – Haruki Murakami

Setelah membaca novel ini, hal pertama yang terlontar di pikiran saya adalah, Suram. Ya, suram. Novel ini sangat suram, berisi lebih banyak musibah, kematian, masalah dan hal-hal menyedihkan lainnya.

Novel ini mengisahkan dengan sangat baik tentang Cinta-Kematian-Hidup + Seks. Masalah percintaan dalam novel ini benar-benar kompleks. Saya menyebutnya ‘mbulet’. Pun dengan kehidupan dan kematian, semuanya serba kompleks.

Tokoh utama Toru Watanabe dalam novel ini dihadapkan pada masalah Cinta-Kematian-Hidup yang sangat rumit. Sahabatnya Kizuki meninggal dunia karena bunuh diri. Ia kemudian memilih kuliah ke tempat dimana ia jauh dari kenangan dengan Kizuki. Pokoknya masalah dalam novel ini ribet. Mbulet.

Tak banyak bagian menyenangkan dan bisa membuat tersenyum dalam novel ini. Bagian yang saya suka adalah ketika Watanabe jalan dengan Midori yang setengah mabuk dan bicara ceplas-ceplos soal seks, sampai akhirnya mereka menonton film blue bersama. Karakter Midori membuat dialod dengan Watanabe menjadi mengasyikan.

Secara keseluruhan bagi saya Norwegian Wood adalah sebuah kisah sedih, kesepian, keterasingan, kesendirian dan hal-hal suram semacam itu. Kalau bisa sih, buat cowok terutama jangan baca buku ini pas puasa, karena lumayan bikin nafsu naik turun karena adegan seks dalam buku ini menurut saya erotis+romantis… hihihi 😀

Dan kalau sempat coba cari filmnya dan tontonlah. Tentu saja jangan lupa mendengarkan Norwegian Wood-nya The Beatles.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s