Jangan Egois

“Aku heran, kenapa kamu bisa seriang ini, Mal? Padahal aku tahu beban dan masalah yang kamu hadapi sangat berat”

“Apa aku harus bersedih, lalu semua orang bersimpati dan merasa iba kepadaku?”

……………………………………..

“Aku hanya ingin bersenang-senang. Aku tak punya waktu banyak, jadi aku akan terlalu sibuk untuk 1 hal dan aku tak punya waktu untuk 2 hal.”

“Apa itu?”

“Aku terlalu sibuk untuk senang. Dan karenanya, aku jadi tak punya waktu untuk marah dan bersedih”

“Hhhhhh… kamu berpura-pura tegar, Mal”

“Terserah apa katamu. Tapi, aku benar-benar bersenang-senang. Aku benar-benar merasa bahagia ketika teman-teman dan semua orang di dekatku tersenyum dan tertawa.”

“Aku kadang …..”

“Aku tau, tapi begitulah. Aku hanya ingin mengisi sisa hari ku dengan kesenangan dan tawa. Dan satu lagi….. ”

“apa itu?”

“Aku ingin terus berbuat baik. Setidaknya di sisa hidupku. Aku ingin ketika….. ”

Kepala mereka bertemu dan matahari yang kembali ke peraduannya menjadi saksi.

“Jangan pernah ucapkan itu, Mal. Setidaknya jangan egois dan biarkanlah aku berharap bahwa kau akan menggenggap tanganku lebih lama”

“Baiklah, karena sebenarnya aku juga ingin ciuman tadi bisa terulang lagi”

*bersambung*

Advertisements

4 thoughts on “Jangan Egois

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s