Menertawakan Konsolidasi dan Toleransi

Saat Presiden Jokowi membagikan Kartu Indonesia Pintar di acara Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2017 di JIExpo hari kamis lalu ada momen yang kemudian menjadi viral di internet.

Momen tersebut adalah saat seorang anak SD kelas IV yang menyebutkan ikan Konsolidasi dan Toleransi. Saat itu Presiden Jokowi menyuruh si anak tersebut menyebutkan 4 nama ikan. Dan dia menyebutkan salah satu ikan yaitu Ikan Konsolidasi dan Tolerani. Maksudnya sih ikan tongkol.

Ini jadi bahan tertawaan di internet, dimana-mana. Mulai dari youtube, twitter, instagram dan berbagai media sosial lainnya.

Lucu sih… lucu bagi sebagian orang. Tapi karena ini udah jadi viral gue pas nonton nggak ada respon sih. Ya gimana ya.

Ya, ini sih anak si polos banget, dia nggak sengaja nyebut Konsolidasi dan Toleransi. Dia secara tidak sadar menyebut itu dan kemudian jadi bahan tertawaan dimana-mana. Kebayang nggak sih beban mental yang dia pikul.

Gue setuju sih kepolosan anak-anak yang kemudian divideokan itu bukan sesuatu yang harus ditertawakan. Bayangin kalau si anak tadi udah gede, itu kan jadi aib buat dia.

Di suatu waktu gitu, dia udah agak dewasa, dia buka youtube dan menemukan video dia sendiri dan komennya semuanya menertawakan dia, ada yang bilang adek young lex, dikata-katain. Ah ngeri.

Nggak semua orang sih kuat mental untuk itu. Gue cuma berharap dia baik-baik aja setelah ini dan masa bodoh dengan semua kata orang.

Maraknya meme dan lawakan-lawakan di media sosial membuat apapun bagi semua orang bisa jadi lucu-lucuan. Ada lagi kemarin gue juga sempat marahin akun yang dia bikin joke tentang orang melahirkan.

Gila, itu gue nggak habis pikir. Orang melahirkan itu bertarung hidup dan mati loh. Mereka bertaruh nyawa tapi jadi bahan becandaan. Itu nggak banget.

Terus ada lagi yang monyet yang lagi disuruh topeng monyet, banyak tuh di instagram di dubbing dan jadi bahan lucu-lucuan. Padahal dia sedang mengalami eksploitasi loh. Dan kita ngetawain.

Banyak lagi sih di media sosial yang apa-apa jadi bahan becandaan. Dan kembali ke masalah si anak yang bilang Konsolidasi dan toleransi ini, gue nggak setuju sih kalau misal video dia jadi nyebar kemana-mana. Jadi bahan tertawaan di ruangan itu aja entah gimana perasannya dia, apalagi ditertawakan di seluruh media sosial.

kalau menurut kalian gimana? komen dong 😀

Advertisements

2 thoughts on “Menertawakan Konsolidasi dan Toleransi

  1. Bayangakan gimana grogi gemeter dan gugup saat naik ke panggung di hadapan ribuan orang dan di depan presiden. Nich anak ngak salah, kalo gw yg ada disana juga mungkin akan keseleo macam nich anak … Semoga anak ini ngak di bully lagi

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s