Pertama Kalinya Nonton Teater

Di sini ada yang pernah nonton teater nggak sih?

Dari dulu yang ada di pikiran gue tentang teater adalah “kayaknya membosankan deh”, jujur aja. Dan semua itu akhirnya terbantahkan saat gue malam minggu kemarin nonton pertunjukkan Teater Tanah Ombak di Teater Utama Taman Budaya Sumbar.

Aduh gila men. Ternyata nonton teater tuh enak ternyata, selain gue senang gue juga malah pengen main teater… haha.

Jadi sedikit cerita, pada awalnya gue memang sudah lama mengikuti perkembangan anak-anak Tanah Ombak. Jadi mereka ini adalah anak-anak kawasan Purus yang berada di dekat Pantai Padang. Gambaran orang terhadap anak-anak Purus ini dari dulu bahkan sampai sekarang itu negatif.

Kemudian om Yusrizal KW atau kami akrab menyapanya dengan Om KW melakukan literasi terhadap anak-anak ini, khususnya yang berada di kawasan Tanah Ombak. Didirikanlah rumah belajar, perpustakaan tempat anak-anak ini kemudian bermain dan belajar bersama.

Akhirnya anak-anak ini tumbuh menjadi luar biasa. Mereka rajin membaca, belajar, bermain hingga berkesenian. Sampai akhirnya kemarin Om KW posting di akun facebooknya kalau mereka akan mengadakan pementasan Teater. Jadilah gue sangat ingin datang ke situ.

Sebagai orang yang pertama kali nonton teater gue nggak bisa menilai sih apakah teater yang dibawakan oleh anak-anak Tanah Ombak ini bagus atau tidak. Gue juga nggak punya kapasitas untuk menilai itu karena gue awam di dunia kesenian.

Tapi satu hal yang menarik buat gue adalah pesan yang disampaikan dalam cerita teater ini. Teater yang dibawakan oleh anak-anak Tanah Ombak mengangkat cerita tentang keadaan sosial saat ini dimana semua orang termasuk anak-anak tergila-gila dengan teknologi yang bernama telepon pintar.

Dalam teater ini pesannya adalah kritik terhadap orang tua bahwa sebaiknya anak-anak justru jangan dibiarkan larut dengan telepon pintar karena justru akan mematikan saraf motorik mereka, membuat mereka kekurangan empati karena jarang memperhatikan lingkungan akibat terlalu banyak waktu untuk menatap layar telepon pintar.

Anak-anak harusnya dibiarkan dalam dunia mereka, dunia bermain bersama teman-teman, dunia imajinasi dan khayalan mereka, belajar dari lingkungan. That’s it.

Dan gue sih secara pribadi sangat setuju dengan ini, karena memberikan akses internet kepada anak terlalu dini apalagi tanpa didampingi oleh orang tua itu sangat tidak bijak. Internet itu ibarat sebuah pasar yang sangat besar, jika anak dibiarkan sendirian maka ia berada dalam kondisi yang berbahaya.

Emmm.. Poin lainnya dari gue adalah memang sebaiknya anak-anak dijauhkan dari telepon pintar dan internet. Tapi, jika itu tidak bisa dilakukan maka dampingilah anak dalam mengakses telepon pintar dan internet itu. Biarkan mereka menikmati dunia anak-anak yang seharusnya.

Advertisements

2 thoughts on “Pertama Kalinya Nonton Teater

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s