Nggak Usah Dibaca

Taik emang…. Pernah nggak sih kalian merasakan berada pada satu titik dimana kalian mempunyai banyak ide, dan pada akhirnya berujung pada kegagalan. Kegagalan ini bukan karena ide ini udah dieksekusi, tapi karena nggak pernah dieksekusi. Taik nggak sih?

Taik banget men. Gue sih mending sebuah rencana jadi gagal gitu karena gue udah mencoba daripada rencana-rencana yang gagal tapi karena nggak pernah dieksekusi sama sekali. Rasanya tu nggak enak. Beneran.

Gue udah dua minggu ini jadi semacam uring-uringan gitu, males ngapa-ngapain. Kadang ada satu hari dimana gue lebih memilih tidur seharian. Sebelas dua belas kayak pertama kali rasanya patah hati. Rasanya pengen bilang taik aja gitu.

Gue pada awalnya nggak tau sih kenapa gue jadi uring-uringan. Terus setelah merenung dan cerita ke salah seorang teman dekat dia bilang, lu kayaknya lagi kesal karena ide-ide lu nggak jalan.

Gue pikir, ah taik bener nih. Kalau gue hitung-hitung ada banyak hal yang pengen gue kerjain tapi akhirnya gagal. Dan seperti gue bilang karena gue nggak pernah eksekusi. Tapi ini masalahnya adalah karena eksekusi ini bergantung pada situasi orang lain. Ini sih yang sebenarnya membuat nggak enak.

Gue benar-benar berpikir bahwa ternyata memang benar sangat tidak enak jika menggantungkan sesuatu pada manusia. Di tangan manusia harapan lebih sering dihancurkan daripada dibuat menjadi kenyataan. Mungkin Allah juga ingin memperlihatkan bahwa berharap pada selain Dia itu sia-sia.

Belakangan ini gue jadi punya banyak waktu untuk berpikir dan merenung. Banyak pelajaran yang bisa gue ambil dari kejadian beberapa hari ini.

Pertama, gue semakin terbiasa untuk tidak terlalu berharap atau bergantung pada orang lain. Walau kenyatannya kita makhluk sosial, selagi kita bisa lakukan sendiri sebaiknya kita lakukan sendiri atau jika pun harus bergantung pada orang lain gantungkanlah pada orang yang tepat. Mencari orang yang se-visi dan mempunyai padangan serta nilai yang sama dengan yang kita pegang memang susah.

Sama halnya dengan gue pasti kalian pernah bertemu orang-orang yang gampang banget setuju, gampang bilang iya tapi pada akhirnya dari tindakan dia sama sekali nggak mencerminkan itu. Orang-orang seperti ini mendongkol bukan dalam hati, tapi dalam tindakannya.

Kedua, sekarang ketika gue punya suatu ide gue nggak sembarangan lagi mengutarakannya kepada orang lain. Gue akan memilah dan memilih kepada orang yang tepat. Gue nggak mau lagi semuanya menjadi sekedar wacana dan menjadi taik yang kemudian nggak ada artinya. Bahkan taik pun masih berarti jika diolah.

Ketiga, berkat kejadian ini gue semakin berpikir untuk memilih dengan siapa gue bisa berkolaborasi. Berkolaborasi bukan saja bergerak bersama-sama, tapi menurut gue harus ada kesamaan visi dan pandangan. Kalau nggak ya sama, di tengah jalan bisa berujung jadi taik doang.

Keempat, sebenarnya hikmah terbesar dari ini semua adalah gue bisa kembali fokus dengan apa yang sejauh ini bisa gue kerjakan sendiri. Jika ada hal-hal lain yang kemudian melibatkan hal-hal lain mungkin akan jadi pekerjaan jangka panjang dan gue nggak berharap banyak. Karena sekali lagi berharap pada orang lain bisa menjadi menyakitkan.

Itu saja untuk update kali ini. Semoga ada hikmah yang bisa kalian petik dari postingan curhat ini. Postingan ini sekedar pengisi waktu luang gue dalam mengerjakan beberapa pekerjaan.

Advertisements

4 thoughts on “Nggak Usah Dibaca

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s