Post Pertama 2017

Tadinya sih pengen ngeblog. Buka dashboard senjak 23.30 wib, kemudian bengong, buka youtube. Malam nontonin Paguyuban Pamitnya Meeting Episode 6 selama hampir satu jam. Kemudian dilanjutkan bengong.

Lagian gue juga nggak tau sih pengen ngepost apa? Belakangan gue justru lagi mengalami kegelisahan mengenai banyak hal. Terutama apa yang terjadi belakangan ini di media sosial. Nggak tau sih, gue kepikiran aja dan menjadi sesuatu yang gue khawatirkan.

Nggak biasanya sih kayak gini, bahkan kekhawatiran ini beberapa kali berujung pada rencana gue untuk menutup beberapa akun media sosial gue, terutama facebook dan instagram. I don’t know why.

Menurut gue saat ini semakin hari pengguna media sosial di Indonesia itu semakin sakit. Sakit secara psikologis. Dan dampaknya nggak cuma sebatas media sosial tapi mulai berimbas pada dunia nyatanya si pengguna.

Media sosial hari ini bukan menjadi suatu tempat yang mengasyikan lagi. Nggak kayak dulu. Semuanya jauh berubah. Gue ngeliat media sosial hari ini sudah seperti penyakit. Ada beberapa penyakit yang menurut gue ini bersangkut paut dengan penyakit psikologis dan menjadi masalah sosial kita hari ini.

Pertama kecendrungan orang-orang yang selalu ingin seperti orang lain di media sosial. Orang makan di tempat A, pengen juga makan di tempat A. Orang foto di tempat B, pengen juga di tempat B. Dan sekarang tingkatan ini udah nggak normal. Udah memasuki level dimana si orangnya ini nggak pengen ketinggalan dari orang lain. Istilahnya pengen hits.

Sekarang banyak orang terutama remaja pengguna instagram mereka sudah tidak berpikir logis lagi untuk mendapatkan sebuah foto yang bagus. Bahkan mereka nggak peduli apakah tempat itu berbahaya dan mengancam nyawa mereka. Dan sebuah kasus baru saja terjadi.

Media sosial ternyata tidak memperbaiki kehidupan sosial kita, justru memperparah. Path misalnya lebih ke ajang untuk pamer lagi dimana, makan apa. Yaaah… pada akhirnya ya begitulah kehidupan remaja kita, lebih ke sukanya bersenang-senang. Wajar rasanya negara lain jauh lebih maju dan anak mudanya jauh lebih visioner.

Tapi ya intinya gue mencemaskan sih kehidupan di media sosial, belum lagi masalah agama di sana yang dimana dipenuhi oleh orang-orang yang tahunya sedikit. Kalian tau bedanya orang yang taunya sedikit dan tau banyak. Mereka yang taunya sedikit ini lebih reaktif, lebih cepat untuk berkomentar terhadap apapun. Orang yang tau banyak biasanya lebih memilih untuk diam dan berkomentar sebatas apa yang mereka tau.

Terus yang membuat gue sedih juga banyak yang udah lupa dengan daerahnya sendiri. Ya di media sosial udah banyak yang nggak peduli daerahnya, mereka lebih peduli tentang Jakarta. Jakarta, Jakarta dan Jakarta. Padahal tuh di sini juga banyak masalah, kemiskinan, pendidikan, kasus kekerasan terhadap wanita yang meningkat. Banyak. Tapi setiap hari ngomongin Jakarta.

Yaaah capek mah kalo diomongin. Gue cuma ngeluarin unek-unek aja sih. Gitulah pokoknya.

Makasih banyak banget yang udah baca ini sampai habis. Doain aja gue bisa ngasih postingan yang lebih bermanfaat buat yang main ke blog ini.

Sekian dan terima kasih.

Advertisements
Nyala Semangat Anak-Anak Sungai Nyalo

Nyala Semangat Anak-Anak Sungai Nyalo

Sungai Nyalo urang mamukek
kanai maco jo ambu ambu
Nak basuo yo indak ka dapek
Baok lalok di mimpi kok lai batamu

Suara ceria Bang Denis, Uni Ade dan Bang Nadir mengawali perjalanan kami dengan kapan dari dermaga Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Carocok di Tarusan, Pesisir Selatan.

Kapal kami membelah perairan Kawasan Wisata Terpadu Mandeh pagi itu. Dua belas orang yang termasuk juru mudi kapal sibuk dengan aktivitas masing-masing kecuali Bang Denis, Uni Ade dan Bang Nadir yang sibuk menyanyi lagu Ratok Denai Dalam Hati dari Elly Kasim.

Kami menuju sungai nyalo, tempat yang disebut dalam lirik lagu Elly Kasim tersebut.

***

Flasback ke momen sebelumnya di minggu pagi awal oktober gue nyaris ketiduran. Janji berangkat jam 7 tapi gue baru bangun jam 06.50 karena semalam tidur larut untuk menyelesaikan beberapa tulisan untuk infosumbar.

Dengan tergesa-gesa gue lantai 1 kantor (karena tidur di kantor) untuk cek hape. Benar saja sudah ada satu panggilan tak terjawab dari uni Ade. Gue telepon balik tapi ternyata tak diangkat.

Setelah mandi gue telepon lagi. Dan ternyataaaa…. Uni Ade juga telat bangun.. jiahaha. Setengah jam kemudian dia baru sampai di kantor, kami pun bersiap berangkat menuju Pesisir Selatan.

***

Angin laut menyalami kami sepanjang perjalanan, gelombang yang tenang ikut mengantar kami. Gue benar-benar menikmati perjalanan pagi itu, meskipun sempat khawatir dengan gelombang laut karena beberapa kali di perjalan hujan turun dan langit begitu gelap.

Tapi, seolah hari itu semesta merestui perjalanan kami. Perlahan cuaca pun berubah cerah.

Limabelas menit perjalanan dengan kapal dari TPI Carocok akhirnya kapi sampai di Sungai Nyalo. Sebuah kampung kecil yang jauh dari hingar bingar kota.

Menjelang sampai di daratan saya dan Bang Denis harus turun untuk menarik kapal ke tepian. Karena pada saat pagi hari area perairan di Sungai Nyalo ini surut dan sangat dangkal sehingga kapal harus ditarik.

Sampai di darat kami pun disambut oleh anak-anak Sungai Nyalo. Dan gue langsung ngilang… melipir ke toilet. Kebelet cuuuuy.. udah nahan sejak di dermaga TPI Carocok.

***

“Ei bi si di i ef ji ke el em en o pi!”

A video posted by SUMBAR (@infosumbar) on Oct 5, 2016 at 12:44am PDT

//platform.instagram.com/en_US/embeds.js

Suara nyaring anak-anak membelah keindahan Sungai Nyalo siang itu. Mereka begitu bersemangat belajar bahasa inggris, mengeja satu persatu huruf abjad.

Nanda, Bang Nadir, Uni Ade dan Bang Denis bergantian mengajar mereka bahasa inggris sederhana. Momen paling menarik ketika Yusuf, salah seorang anak Sungai Nyalo maju ke depan bercerita tentang Sungai Nyalo. Awesome! Yusuf melakukannya dengan baik.

Yusuf adalah salah satu anak Sungai Nyalo yang cukup menonjol diantara teman-temannya. Di sekolah ia selalu ranking satu dan menjadi idola bagi teman-temannya.

Momen menarik adalah saat mereka diberi tugas mewarnai. Anak-anak tersebut kami bagi dalam kelompok. Saat pembagian kelompok inilah Yusuf menjadi rebutan teman-temannya. Ia bahkan ditarik-tarik oleh teman-temannya agar masuk kelompok mereka.

img-20161002-wa0030
Anak-Anak Sungai Nyalo menikmati proses mewarnai

Seperti anak-anak Sungai Nyalo lainnya Yusuf juga hidup dalam keterbatasan. Lebih sedih lagi Yusuf juga ditinggal pergi begitu saja oleh ayahnya. Ia kini menjadi tumpuan harapan bagi keluarganya dengan dua orang adik.

Menurut cerita Uni Ade, begitulah kehidupan di Sungai Nyalo. Susahnya akses keluar membuat mereka jauh dari kehidupan kota. Jalan satu-satunya bagi penduduk Sungai Nyalo adalah dengan kapal menuju dermaga TPI Carocok. Sementara jalan baru dibangun oleh pemerintah dan masih jauh dari kata selesai.

Selesai mewarnai | Foto: dedet
Selesai mewarnai | Foto: dedet

Di Sungai Nyalo sendiri ada 100 lebih kepala keluarga. Karena susahnya akses keluar mereka pun menikah hanya dengan orang-orang di Sungai Nyalo saja. Selain itu tingkat pendidikan yang rendah juga membuat penduduk Sungai Nyalo terutama wanita menikah di usia muda.

Hari itu gue benar-benar menikmati hari minggu. Hari Minggu yang benar-benar berkualitas. Bisa berbagi bersama anak-anak Sungai Nyalo. Bisa bermain, belajar dan makan bersama mereka.

sebelum makan bersama | Foto: Dedet
sebelum makan bersama | Foto: Dedet

Melihat mereka belajar dengan semangat, bertengkar berebut kertas hingga lem. Melihat kepolosan dari anak-anak tersebut benar-benar menyenangkan. Tertawa hingga tangis mereka benar-benar tulus.

Momen paling menyentuh adalah saat anak-anak Sungai Nyalo berpisah dengan guru les bahasa inggris mereka yaitu Kak Fani dan Kak Rahma yang telah mengajar mereka selama 7 bulan. Sedih lah pokoknya pada nangis berjamaah.

A video posted by SUMBAR (@infosumbar) on Oct 3, 2016 at 9:43pm PDT

//platform.instagram.com/en_US/embeds.js

Hari itu selain berlajar dan bermain bersama kami juga membagikan sepatu yang sebelumnya dibawa Uni Ade dari padang. Ada sebanyak 50 pasang sepatu untuk mereka. Selain itu juga ada buku cerita untuk usia di bawah 9 tahun.

Terima Kasih untuk Uni Ade atas ajakannya ke sini. Gue dapat pelajaran banyak dari perjalanan kali ini. Belajar untuk berbagi dan bersyukur lebih banyak.

Dan untuk anak-anak Sungai Nyalo, Yusuf, Ado, Aldi, Lusi dan yang lainnya, tetap semangat mengejar cita-cita kalian. Gapai mimpi-mimpi kalian, suatu saat kalian akan jadi orang-orang hebat!

img-20161002-wa0036
Foto bersama sebelum kami pulang

Sampai jumpa, semoga kita bisa bermain bersama lagi.

Surprise Itu Bernama Indra Sjafri

Hari jum’at tanggal 30 september, hari yang biasa-biasa saja. Tak ada yang begitu spesial selain peringatan gempa 30 september yang memasuki tahun ketujuh.

Sampai pada malamnya datang sebuah chat dari Uni Ade Nusyirwan yang membawa gue ke Solok Selatan beberapa waktu lalu. Chatnya menawarkan sesuatu yang nggak bisa gue tolak. Bertemu Indra Sjafri.

Sebenarnya bukan bertemu, tapi Uni Ade mengajak gue untuk memberi surprise kepada anak-anak SSB Macan Gugus 2 di dekat RS Yos Sudarso. Ya, Uni Ade emang luar biasa, sekali ngasih surprise langsung Indra Sjafri.

img-20161001-wa0028
Selfie dulu sambil Coach Indra Sjafri ngasih tanda tangan | Foto: Handphonenya Dedet (Gue males jepret)

 

Kata Uni Ade SSB tersebut dibuat oleh seorang bapak yang bekerja sebagai supir. Jadi dia membuat SSB tersebut agar anak-anak punya kegiatan positif dan jauh dari narkoba. Maka itu Uni Ade ingin memberi surprise.

Jadilah pada hari sabtu sore kami bertemu di lapangan tempat latihan anak-anak SSB Macan Gugus 2. Dan untuk pertama kalinya sore itu gue bertemu langsung dengan Coach Indra Sjafri. Dan kembali satu Achievment Unlocked :))

Dan setelah pertemu ada beberapa hal yang gue liat dari Coach Indra Sjafri. Entah cuma bagi gue, tapi menurut gue Indra Sjafri memiliki aura kebapak-an yang kental, yang nggak ada di pelatih minang lainnya.

Selain itu dia punya aura orang besar, yang gimana ya. Susah juga sih dijelasin. Dia kayak orang besar tapi humble dan sangat bersahaja gitu. Jadi, kalau ketemu dia itu orangnya hangat dan ramah banget.

Ini terlihat pada saat beliau baru sampai di SSB Macan Gugus 2. Saat pelatih mereka ingin menghentikan latihan dan memanggil anak-anak, beliau malah menolak dan ingin latihan dilanjutkan sampai selesai.

Begitupun saat memberi tanda tangan dan foto bersama, beliau menanyakan umur dan berbagai macam hal kepada anak-anak tersebut. Bahkan mengusap-usap kepala mereka. Kayaknya benar beliau cocok membina pemain muda.

Setelah foto-foto dan memberi tanda tangan untuk anak-anak SSB Macan Gugus 2 kegiatan pun selesai dan Coach Indra Sjafri kembali diantar ke hotel.

Giliran kami yang foto-foto dengan Coach Indra Sjafri :D
Giliran kami yang foto-foto dengan Coach Indra Sjafri 😀 | Foto: Handphonenya Dedet (Gue males jepret)

Dan thanks untuk Uni Ade yang sudah ngajak ngasih surprise ke anak-anak SSB Macan Gugus 2.

Pemanasan

Emmmm…. ehm… Helo teman-teman. Nggak perlu basa-basi kali ya :))

Jadi gini, gue akhirnya ngeblog lagi setelah sekian lama banget. Saking lamanya bahkan ngeblog kali ini gue anggap sebagai sebuah prestasi. Yah, memulai ngeblog dan menulis lagi setelah sekian lama emang nggak gampang. Yang paling susah sih ngumpulan niatnya.

Sebenarnya gue udah lama sih pengen nulis blog lagi. Termotivasi gara-gara kemarin ikut Famtrip bersama Mbak Nina, Mas Ain, Mas Him, Yuki, Suci, Mas Cumilebay, Teh Nit dan Winny keliling ke beberapa daerah di Sumatera Barat.

Tapi ya itu setelah dapat motivasi ngumpulin niat dan eksekusinya lama banget. Bahkan setelah itu malah sempat jalan-jalan lagi ke Gunung Padang, udah sampai pula ke Bali dan kemarin juga baru balik dari Solok Selatan.

Ya gitu jadinya, jalan-jalannya makin banyak dan hutang tulisan juga makin banyak banget. Mulai sejak Famtrip sampai terakhir ke Solok Selatan. Mungkin kalau ditulis semua 20-an tulisan ada kali.

Tapi mudah-mudahan gue selanjutnya bisa konsisten ngeblog lagi, seperti dulu lagi waktu awal-awal kenal dengan Komunitas Blogger Palanta. Meskipun makin sibuk mengurus infoSumbar mudah-mudahan dengan nulis blog gue juga lebih bisa bagi waktu ke depannya.

Sebenarnya untuk menulis gue nggak berhenti. Cuma memang lebih fokus untuk mengisi konten di infosumbar. Selain itu beralihnya peran di infosumbar juga membuat gue makin sibuk ditambah kegiatan di UP Coworking yang kadang selalu bertemu orang membuat waktu untuk menulis kadang tertunda terus.

Dan postingan ini hitung-hitung sebagai pemanasan untuk postingan-postingan selanjutnya. Oiya, ada beberapa hal yang gue lakukan juga di blog ini. Di sisi kanan udah diisi lagi dengan widget, ada beberapa link blog teman-teman juga. Kalau mampir boleh banget, tinggal klik langsung..

Ya udah sih, segitu dulu. See you on the next post!

Kereta Terakhir

Aku menaiki kereta api paling sore dari kampung kecilku di Pariaman menuju Kota Padang, seperti biasanya. Dan tak seperti biasanya, kali ini aku mendapatkan tempat duduk, beruntungnya lagi di dekat jendela. Kalian tau, tempat duduk di dekat jendela adalah favoritku, karena di sana aku bisa melamun sambil mendengarkan musik favorit.

Aku duduk di kursiku, mengeluarkan smartphone dan membuka aplikasi musik. Aku memilih memutar lagu-lagunya Adhitya Sofyan, satu album, lalu memejamkan mata.

Selang entah berapa lama, mungkin sekitar 10 menit tiba-tiba ada yang menepuk-nepuk bahuku. Aku melepas headset dan membuka mata. Seorang wanita cantik dengan rambut sebahu berdiri menghadapku.

“Uda, boleh minta tolong pindahin tas saya ke atas?”

Aku masih bengong. Super cantik.

“Uda.. halo.”

“Ah… ya… oke.”

Aku pun membantunya mengangkat tasnya yang super besar dan berat. “Kamu membawa planet di dalam tas ini?”

“Emmm.. maaf memang agak berat,” jawabnya dengan wajah merasa bersalah.

“Nggak apa-apa kok. Kamu duduk dimana?”

“Kayaknya di situ,” katanya sambil menunjuk tempat duduk yang masih kosong. Dan itu tepat di depanku.

Aku mempersilahkannya duduk. Dan aku duduk tepat di depannya. Dan dari depan dia makin cantik. Tuhan, semoga ini benar-benar bidadari.

“Uda, mmm… makasih ya udah bantuin. Maaf kalau tasnya agak berat,” katanya memulai percakapan.

“Bukan agak sih, tapi sangat. Tapi nggak apa-apa sih. Nggak masalah kok. Oiya, kamu mau saya panggil…”

“Apakah sebuah nama itu penting?”

“Buat saya penting, karena nggak semua orang mau dipanggil sayang. Apalagi pacar orang.”

“Hahaha.. Uda lucu.”

“Thanks, tapi saya bukan pelawak atau komedian.”

“Hahaha… lucu kan nggak harus pelawak atau komedian.”

“Iya sih, saya pernah menemui beberapa wanita yang lucu tapi justru membuat saya sedih.”

“Uda, curhat? hahaha.”

“Hahaha.. ya nggak. Cuma obrolan untuk mencairkan suasana. Oiya Kamu-Yang-Belum-Mau-Kenalan turun dimana?”

“Hahaha.. sebentar lagi. Stasiun Duku.”

“Kalau begitu sebelum kamu turun kamu kayaknya harus mengisi kuisioner dari saya.”

“Kuisioner?”

“Ya kuisioner.”

Saya menyodorkan handphone kepada wanita cantik berambut sebahu tersebut. Tentu saja sebuah kontak baru kosong sudah terbuka dan siap dia isi.

Melihat itu dia senyum-senyum sendiri sambil geleng-geleng kepala. Selesai dia mengisinya aku menyimpan handphone-ku tanpa melihatnya, kemudian membantunya membawa tas berisi planet tadi sampai turun kereta.

“Hati-hati kamu-yang-belum-mau-kenalan. Jaga planetnya jangan sampai pecah,” kataku sambil menunjuk ke arah tasnya.

“Hahaha.. thanks Uda sudah membantu. Jangan lupa cek kuisionernya.”

Aku hanya tersenyum. Kereta pun melanjutkan perjalanan. Sore pun sudah berganti senja. Di stasiun berikutnya akupun akan turun. Sambil menunggu aku melihat kontak yang baru diisi oleh gadis berambut sebahu tadi. Dia menulis namanya dengan ‘Call Me at 9PM’.

Aku tersenyum.

Kekuatan Super

“Boleh aku bersandar di bahumu?” tanya dia waktu itu. Aku menoleh dan melihat wajahnya. Melihat setiap detail dan berusaha menghafalnya. Akupun membatin, “siapa yang tega menolak permintaanmu?”

Akupun tersenyum. Dia kemudian tersenyum dan menyandarkan kepalanya di bahuku. Benar-benar senja yang sempurna. Kami menikmati senja itu dalam diam. Hanya ombak, lautan dan gelombangnya saling bercengkrama.

“Mal, andai kamu punya kekuatan super kekuatan seperti apa yang kamu inginkan?”

“Kamu tidak sedang kerasukan Profesor X dan berusaha merekrutku menjadi X-Men kan?”

“hahaha… aku serius?”

“Baiklah. Kalau aku mempunyai kekuatan super aku ingin punya kekuatan memindahkan sepotong senja ke dalam sebuah bingkai. Lengkap beserta lautnya, pantainya dan senja itu hidup. Bergerak.”

“Ada kekuatan semacam itu?”

“Ada. Kan kamu yang minta.”

“Kenapa kamu ingin kekuatan semacam itu?”

“Karena aku tau kamu sangat suka senja, laut dan pantai. Dan senja itu indah.”

“Kenapa kamu tidak memilih menjadi senja saja kalau begitu? Agar aku suka.”

“Menjadi senja? Lalu kamu datang ke pantai bersama laki-laki lain untuk melihatku. Kamu bersandar ke bahunya lalu menanyakan, “andai kamu punya kekuatan super kekuatan seperti apa yang kamu inginkan?” Aku lebih baik tidak punya kekuatan super kalau begitu.”

“hahahaha… Tapi aku jadi ingin kamu bisa membingkai senja.”

“Sayang sekali kita tidak dalam film superhero. Dan jikapun bisa aku tidak akan melakukannya.”

“Kenapa?”

“Hmmm… kenapa ya? Begini, jika aku membingkai senja, misalnya hari ini. Hari ini senjanya sangat indah, tapi bisa jadi besok lebih indah, dan besoknya lebih indah lagi. Dan aku tidak ingin keindahan itu aku miliki sendiri. Senja itu indah setiap hari dan aku ingin menikmatinya setiap hari. Apakah ada mendung, hujan aku tidak peduli karena senja indah setiap harinya. Just like you.”

“Like me?”

“Yeah, like you. You are my sunset.”

“And you are my hero, without a super power.”

Aku tersenyum. Dan aku tak henti-hentinya menghafal setiap detail kebahagiaannya. Berharap selalu bisa membuatnya seperti itu setiap hari.

Weekend Hore

Emmm.. mau mulai dari mana yak. Bingung juga kalau update blog pribadi sesekali gini. Kalau mulai dari nol nanti disangka petugas SPBU (maaf gaes, garing emang).

Jum’at kemarin tanggal 29 April 2015 mengawali weekend hore gue. Pagi-pagi dimulai dengan menjemput teman-teman dari Jakarta yang bakal ngobrol-ngobrol di acara #ObralObrol Telkomsel. Ada @popokman, @argamoja, @debbypermata, @commaditya, @lavivrie, @commaditya sama Om @IDberry.

Jam 9 lewat dikit mereka udah nyampe di Bandara Internasional Minangkabau a.k.a BIM. Tapi berempat aja, karena @argamoja sama Bli @commaditya nyusul dari Jogja dan Bali. Berhubung pada laper jadi bersama @dedetsaugia jadinya kita sarapan dulu dan mampir di Lontong Kartini.

Setelah semua kenyang dan perut aman, gue ama dedet anterin Om @IDberry dan yang lainnya ke Hotel Basko, tempat mereka menginap. Sementara gue balik ke markas rahasia di Jl. Veteran buat siap-siap untuk acara #ObralObrol jam 3 sorenya.

Jam 2 lewat gue dan tim @infoSumbar nyusul @popokman @argamoja @commaditya @lavivrie @commaditya sama Om @IDberry ke Coffee Toffe, tempat diadakannya acara #ObralObrol. Ternyata di sana udah ada Bli @Commaditya sama @argamoja, dan ada Abang Medan juga salah satu akun hits di instagram.

Jam 3 acara dimulai, dan pesertanya ruaamee… sampai bikin ruangannya panas. AC nya jadi nggak berasa cuy. Tapi belum sepanas api cemburu sih :p

Acara #ObralObrol dipandu sama Mas @argamoja langsung. Kita semua ngobrol seputar cara gampang bikin konten, baik di twitter, intagram, youtube dan berbagai platform media sosial lainnya.

Acara berlangsung seru dan asik dan nggak berasa udah 3 jam aja. Jam 6 acara pun selesai dan lanjut ngobrol bebas sama semua pemateri… dan foto-foto tentunya.

Malamnya gue dan tim infoSumbar serta beberapa teman-teman lainnya nonton pertandingan perdana Semen Padang FC di Torabika Soccer Championship 2016. Nggak kayak biasanya nonton di Selatan, sekarang nonton dari VIP.. hehehe ( Terima Kasih PT Semen Padang :*)

Gondoknya sih jadwal Kick Off nya sama sekali nggak enak. Jam 10 malam. Dan bener aja, akibat laganya kemaleman Stadion Agus Salim jadi nggak penuh kayak biasa.

Dan Alhamdulillah di laga perdana Semen Padang berhasil menang dari lawannya PSM Makassar dengan skor 2-1. Mayan berada di pucuk buat sementara (mudah-mudahan sampai akhir musim).

Pulang dari stadion, berhubung perut lapar jadilah kita nyari Lontong Malam dulu. Biar bisa tidur dengan tenang. Habis dari lontong malam gue kembali ke Veteran, istirahat karena badan udah minta istirahat.

Efek kecapek an, sabtunya gue baru bangun jam 11 siang. Dan itu mata masih ngantuk berat karena sehari sebelumnya juga kurang tidur. Jam 4 bersama dedet gue ke kawasan GOR Agus Salim, ngambil video Padang Fair.

Malamnya ada rencana ke kampus STMIK Indonesia karena ada penutupan PKM dan pelepasan lampion. Tapi ternyata badan gue udah nggak bisa diajak kompromi. Habis maghrib tidur dan bangun-bangun udah tengah malam.

Dan sekarang udah Mei ya. Bulan baru, tanggal baru dan hari baru. Tentu aja semangat juga harus baru. Nggak ada wish-wishan sih, cuma bulan ini gue udah mulai menyusun target, untuk pribadi dan tentu saja untuk @infoSumbar.

Semoga bulan Mei ini menyenangkan, juga buat kalian yang udah baca blog ini.